Sudah satu bulan lebih nilai tukar rupiah tertekan hebat oleh dollar Amerika Serikat. Dari semula melemah di level 13.900-an, rupiah saat ini semakin terkulai, bahkan sempat menyentuh 14.200-an.
Selama itu pula, sinyal kenaikkan suku bunga bank Sentral Amerika Serikat, The Fed, yang dispekulasikan mencapai 4 kali dituding sebagai pusaran penyebab lemahnya rupiah.
Benarkah fundamental Indonesia cukup sehat dan pelemahan rupiah semata-mata hanya karena faktor eksternal?