Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor komoditas CPO dan produk turunannya di sepanjang bulan Oktober 2024 mampu tumbuh dobel digit mencapai 70,90% secara bulanan, dan 25,35% secara tahunan. Adapun nilai ekspor CPO dan turunannya sebesar USD2,37 miliar.
Di sisi lain, Pemerintah akan meninjau kembali penerapan pungutan ekspor minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO). Besaran pungutan eskpor CPO yang berlaku saat ini sebesar 7,5%. Langkah evaluasi kebijakan pungutan ekspor CPO ini diharapkan akan membuat petani kelapa sawit lebih sejahtera, dan memicu daya saing sawit menjadi lebih kompetitif.
Pemerintah akan melakukan evaluasi setiap 3-6 bulan sekali. Meski demikian, besaran pungutan ekspor CPO belum bisa dipastikan berubah atau tetap di angka 7,5%. Sebab, akan sangat bergantung dari hasil kesepakatan evaluasi.