CILEGON, KOMPAS.TV - Terkait kasus korupsi Pertamina, tim penyidik Kejaksaan Agung menyita 95 bundel dokumen serta barang bukti elektronik berupa dua unit ponsel dari hasil penggeledahan di PT Orbit Terminal Merak, kawasan Cilegon, Banten.
Sementara itu, dari kediaman Riza Chalid di kawasan Panglima Polim, penyidik berhasil menyita sebuah DVR.
Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Harli Siregar, menyebut bahwa tim penyidik masih menganalisis keterkaitan sejumlah barang bukti yang ditemukan di PT OTM dan kediaman Riza Chalid pada Kamis kemarin.
Pada hari Jumat, tim penyidik Kejaksaan Agung melakukan penggeledahan di kantor Fuel Terminal Tanjung Gerem, sebuah terminal bahan bakar yang dikelola oleh PT Pertamina Patra Niaga.
Menanggapi penetapan Dirut Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan, sebagai tersangka korupsi, Wakil Menteri BUMN, Dony Oskaria, memastikan bahwa pemerintah bersama PT Pertamina sedang mencari sosok pengganti Dirut PT Pertamina Patra Niaga.
Dony menyatakan bahwa Kementerian BUMN telah beberapa kali berkonsultasi dengan jajaran komisaris terkait hal ini.
Baca Juga [FULL] DPR Minta Pertamina Patra Niaga Jelaskan soal Isu Pertalite Dioplos Jadi Pertamax di https://www.kompas.tv/nasional/577273/full-dpr-minta-pertamina-patra-niaga-jelaskan-soal-isu-pertalite-dioplos-jadi-pertamax
#pertamina #pertamax #kejagung #korupsi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/577319/kasus-korupsi-pertamina-95-bundel-dokumen-dan-2-ponsel-di-depo-bbm-pt-otm-disita