JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto mengutus presiden ke-7 RI, Joko Widodo untuk menghadiri pemakaman pemimpin umat Katolik sedunia Paus Fransiskus di Vatikan. Selain Jokowi, Prabowo juga mengutus Wamenkeu Thomas Djiwandono, Menteri HAM Natalius Pigai, dan mantan Menteri ESDM Ignasius Jonan.
Pakar Etika Politik, Dr. Haryatmoko, S.J melihat pengutusan ini adalah hal yang masuk akal. Sebab, kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia pada September 2024 lalu saat Jokowi masih menjabat sebagai presiden. Sementara, Jonan menjadi ketua panitia penyambutan Paus Fransiskus.
"Bagi saya malah betul ya kalau dikatakan Presiden Prabowo mengutus, itu adalah unsur legacy. Kecuali kalau orang mengatakan Pak Jokowi yang menawarkan diri untuk pergi, nah itu lain. Berarti itu masih cawe-cawe," katanya.
Haryatmoko menambahkan, legacy ini penting supaya tidak ada area abu-abu dan tumpang tindih antara kekuasaan yang formal dan informal.
Selengkapnya saksikan di kanal youtube KompasTV.
https://youtu.be/oQbHKeG-DDU
#prabowo #jokowi #pausfransiskus
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/589366/jokowi-diutus-prabowo-hadiri-pemakaman-paus-fransiskus-pengamat-masuk-akal-rosi