Peraih Nobel Perdamaian Maria Ressa Bicara soal Jurnalisme di Tengah Kemunculan AI

KompasTV 2025-06-30

Views 29

NORWEGIA, KOMPAS.TV - Jurnalis KompasTV, Aliefia Nada Malik mewawancarai peraih Nobel Perdamaian, Maria Ressa terkait dunia jurnalistik di tengah kemunculan kecerdasan buatan.

Wawancara ini berlangsung dalam Konferensi Internet Governance Forum (IGF) 2025 di Lillestrom, Norwegia pada Jumat, (27/6/2025).

Maria Ressa menyebut bahwa kecerdasan buatan, atau AI, memang dapat digunakan untuk membuat berita. Namun, berita yang dihasilkan AI belum tentu sesuai fakta.

Maria menambahkan, alat AI seperti ChatGPT adalah mesin berbasis probabilitas, dengan tingkat kesalahan sekitar 16%. Karena itu, wartawan tetap memiliki tanggung jawab hukum apabila menggunakan ChatGPT dalam proses kerja jurnalistik mereka.

Jurnalis KompasTV, Aliefia Malik menjadi salah satu perwakilan media Indonesia yang berkesempatan mewawancarai Maria Ressa, yang juga menjabat sebagai Direktur Media Daring Filipina, Rappler.

Diketahui, Internet Governance Forum 2025 yang berlangsung pada 23 hingga 27 Juni merupakan forum diskusi global tentang masa depan internet.

Baca Juga Indonesia Terpilih Jadi Anggota Dewan Eksekutif UNESCO, Berpengaruh pada Isu Artificial Intelligence di https://www.kompas.tv/internasional/461612/indonesia-terpilih-jadi-anggota-dewan-eksekutif-unesco-berpengaruh-pada-isu-artificial-intelligence

#ai #artificialintelligence #mariaressa

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/602461/peraih-nobel-perdamaian-maria-ressa-bicara-soal-jurnalisme-di-tengah-kemunculan-ai

Share This Video


Download

  
Report form