Hati Seorang Wanita (1984)
Hati Seorang Wanita adalah film drama Indonesia yang dirilis pada tahun 1984, disutradarai oleh Bay Isbahi dan diproduksi oleh Perfini, dengan produser Djagad S. Saelan dan Irwan Usmar Ismail. Film ini termasuk karya perfilman Indonesia era 1980-an yang menggambarkan dinamika hubungan personal dan dilema moral dalam konteks sosial pekerja kantoran dan lingkungan keluarga serta tempat kerja. Film ini dirilis di Indonesia dan berdurasi sekitar 96 menit, dibalut dengan tema drama sosial dan romantis yang kuat.
Dalam nuansa cerita, Hati Seorang Wanita mengangkat tema tentang cinta, pengkhianatan, dan konsekuensi sosial dari keputusan pribadi, terutama bagi tokoh perempuan utama yang berada dalam tekanan relasi yang kompleks. Latar budaya Indonesia tahun 1980-an turut mewarnai konteks cerita, mencerminkan norma dan tantangan hubungan antara gender serta struktur sosial pada masa itu.
Cerita Singkat
Wiwik, diperankan oleh Enny Beatrice, adalah seorang pekerja wanita yang dipindahkan ke kantor pusat perusahaan tekstil milik Gondo. Di sana, ia bertemu kembali dengan teman lamanya, Irwan (Ray Sahetapy), yang kini menjadi kepala bagian promosi. Irwan, yang melihat kehidupan kos Wiwik bersama temannya Yati yang bekerja di klub malam, membujuk Wiwik untuk tinggal bersamanya di rumah dinas dengan dalih membantu kehidupan profesional dan pribadi Wiwik.
Hubungan itu berkembang dan Wiwik akhirnya hamil. Namun, Irwan ternyata tengah sibuk dengan persiapan pameran bersama Sinta, anak bos mereka yang baru kembali dari Paris; hubungan antara Irwan dan Sinta semakin jelas. Kehamilan Wiwik berujung tragis ketika ia mengalami keguguran dan kemudian bertemu konflik fisik di sebuah bendungan yang membuatnya terluka parah. Teman Wiwik, Yati, yang merasa dikhianati, akhirnya melakukan aksi balas dendam terhadap Irwan di hadapan Sinta dan Gondo sebelum menyerahkan diri kepada polisi.
Pemeran Film
Enny Beatrice – Wiwik
Ray Sahetapy – Irwan
Kusno Sudjarwadi – Gondo
Titi Dwijayati – Sinta
Tuty Wasiat – Yati
Tri Warsono – (peran tidak spesifik)
Nanang Durachman – (peran tidak spesifik)
Johann Mardjono – (peran tidak spesifik)
Nyoman Ayu – (peran tidak spesifik)
Shinta Devayani – (peran tidak spesifik)
Widya Ningsih – (peran tidak spesifik)