JAKARTA, KOMPAS.TV - Rapat koordinasi satgas pemulihan pascabencana di Aceh, yang dilakukan pimpinan DPR RI dan jajaran menteri pada Selasa (30/12/2025) kemarin diwarnai kritik dari para kepala daerah.
Kritik yang cukup keras dan menyentuh datang dari Bupati Aceh Utara, Ismail Jalil.
Ia berani menyatakan bencana kali ini lebih parah dibandingkan bencana tsunami tahun 2004 silam.
Bupati Ismail bahkan menilai wilayahnya seperti dianaktirikan oleh pemerintah pusat karena tidak viral sehingga penanganannya lambat.
Merespons kritik para kepala daerah di Aceh, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyatakan DPR membuka posko di Aceh sebagai komitmen untuk percepatan pemulihan pasca bencana.
Selain itu, akan ada penempatan PIC kementerian lembaga untuk memudahkan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten, kota terdampak bencana.
Rakor satgas pemulihan pascabencana di Aceh ini menghasilkan 3 poin kesimpulan, yakni percepatan pemulihan bencana Aceh, penempatan person in charge atau penanggung jawab utama tiap lembaga di Aceh, serta memaksimalkan percepatan pemulihan terhadap daerah yang memerlukan atensi khusus.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah telah mencairkan dana darurat dengan total sebesar Rp268 miliar kepada 3 provinsi dan 52 kabupaten, kota terdampak bencana.
Menkeu menambahkan BNPB telah mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp1,4 triliun rupiah pada 18 Desember, termasuk Rp650 miliar untuk penanganan bencana di Sumatera.
Hingga saat ini, dana siap pakai yang masih tersedia mencapai Rp1,51 triliun.
Baca Juga Celetuk Menkeu Purbaya, saat KSAD Maruli Ungkit Prajurit Cuma Dikasih Makan di https://www.kompas.tv/nasional/640748/celetuk-menkeu-purbaya-saat-ksad-maruli-ungkit-prajurit-cuma-dikasih-makan
#purbaya #banjirsumatera #bnpb
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/640929/menkeu-purbaya-siapkan-rp1-51-triliun-untuk-percepatan-pemulihan-bencana-sumatera-kompas-petang