ANKARA, KOMPAS.TV - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menghubungi langsung Presiden AS Donald Trump bahwa Venezuela "tidak boleh digoyahkan."
Erdogan juga menekankan bahwa Turki tidak membenarkan tindakan apa pun yang melanggar legitimasi politik dan hukum internasional.
Hal ini disampaikan dalam pidatonya di Ankara, Turki pada Senin (5/1/2025).
"Melanggar hak kedaulatan bangsa dan melanggar hukum internasional adalah langkah berisiko yang dapat menyebabkan komplikasi serius di tingkat global," ujar Erdogan.
DIketahui, Turki telah membina hubungan dekat dengan Venezuela, dan Maduro telah mengunjungi Turki beberapa kali.
Video Editor: Novaltri Sarelpa
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/642007/erdogan-telepon-trump-pasca-maduro-ditangkap-dan-serangan-as-ke-venezuela