SULAWESI SELATAN, KOMPAS.TV - Berawal dari sebuah eksperimen, seorang ibu rumah tangga di Makassar berhasil menciptakan pewarna hijab dari sampah organik rumah tangga. Menariknya, kreasi hijab ramah lingkungan tersebut bahkan mampu menembus pasar global.
Berbekal ilmu sains dan kemampuan melukis, Tiara membangun usaha hijab dari rumahnya yang berlokasi di Jalan Korban 40 Ribu Jiwa, Makassar.
Tak hanya memproduksi hijab, Tiara juga berinovasi menciptakan pewarna kain dari bahan alami berbasis sampah organik. Hijab kreasinya menggunakan pewarna dari kulit pisang, mangga, serta sari rumput laut.
Sari sampah organik tersebut dimanfaatkan sebagai pewarna utama untuk melukis berbagai pola, mulai dari kapal pinisi, bunga, aksara lontar, hingga motif kupu-kupu. Dalam proses pembuatannya, bahan organik dikeringkan terlebih dahulu di bawah sinar matahari sebelum diolah. Setelah diracik dan diaplikasikan ke kain, pewarna alami ini menghasilkan warna sesuai yang diinginkan.
#hijab #makassar #seni
Baca Juga Kata Menlu Sugiono soal Iuran Board of Peace: Mulai Tahun Ini, Bisa Diangsur di https://www.kompas.tv/nasional/648729/kata-menlu-sugiono-soal-iuran-board-of-peace-mulai-tahun-ini-bisa-diangsur
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/648730/kreatif-kreasi-inovasi-hijab-ramah-lingkungan-dari-makassar-kompas-siang